Hotline IGD : 24 jam
   (0761) 493980 atau 081266059630 : (Pendaftaran) 081364489847

All Posts in Category: Informasi Kesehatan

Sering Disangka Mag dan Sakit Gigi, Ini Tanda-tanda Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan hal yang sangat tidak boleh disepelekan. Setidaknya kita harus tahu apa saja gejala dari serangan jantung seperti apa.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi RS Pondok Indah, dr Sari Sri Mumpuni, SpJP(K), FIHA menjelaskan bahwa serangan jantung koroner disebabkan karena sebagian otot jantung tidak mendapat suplai darah, akibatnya pembuluh darah tersumbat.

“Yang terjadi tiba-tiba serangan jantung, tiba-tiba kram, nyeri dada. Kalau baru penyempitan saja itu pas olahraga baru 5-10 menit sudah nggak enak dadanya. Kalau sudah tersumbat pembuluh darah akan merasa nyeri dada di sebelah kiri, parah, seperti diremas-remas, keringat dingin, denyut jantung tidak teratur,” jelasnya saat ditemui di kawasan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

dr Sari menambahkan, karena lokasi sakit yang tidak hanya di sebelah dada kiri, serangan jantung kerap disangka sakit mag bahkan sakit gigi karena rasa sakit yang menjalar ke bagian tubuh lain.

“Lokasinya disangka sakit mag, nyerinya bisa di dada ulu hati, sering ditafsirkan sebagai penyakit mag. Menjalar ke leher, ke rahang atau bahu, bisa di punggung di antara belikat, lokasinya spesifik,” tuturnya.

“Ada yang sakit di rahangnya, perginya ke dokter gigi. Sudah dikasih obat tapi masih sakit, besoknya di EKG tahu-tahu dia sudah kena serangan jantung kemarin, untung kuat,” ungkap dr Sari.

Serangan jantung harus ditangani dengan cepat untuk mengembalikan otot jantung mendapat suplai darah dan menyelamatkannya dari kerusakan dan kecacatan yang akan terjadi.

Read More

Rekomendasi Jadwal Makan Menurut Dokter Gizi, Sarapan hingga Makan Malam

Salah satu pola hidup sehat adalah makan sesuai jadwal dengan porsi secukupnya. Bagi yang terbiasa makan 3 kali sehari, dokter spesialis gizi dari Indonesia Sport Medicine Centre (ISMC) dr Pande Putu Agus Mahendra M GK, Sp GK menyarankan jadwal makan yang baik untuk kesehatan.

“Mungkin kalau mau maju atau mundur sebaiknya jangan lebih dari 30 menit. Jangan sampai jadi breakfast and lunch (brunch) yang biasanya sekitar jam 10.00. Saat itu energi yang seharusnya untuk bekerja, malah digunakan dalam pengolahan makanan. Akhirnya kita merasa mudah ngantuk dan lelah yang biasanya mempengaruhi kinerja,” kata dr Pande Putu pada detikHealth, Sabtu (23/3/2019).

Berikut jadwal makan yang direkomendasikan dr Pande Putu.

  • Makan pagi di jam 06.00-07.00

Asupan untuk sarapan jangan hanya didominasi satu unsur nutrisi misal karbohidrat atau protein. Menu harus punya keseimbangan dan kelengkapan nutrisi sesuai kebutuhan tubuh dalam porsi secukupnya.

“Jangan sampai porsi kurang dari kebutuhan karena nanti akan ngemil yang cenderung sulit dikontrol. Kita juga punya kecenderungan balas dendam bila makan kurang dari kebutuhan,” ujar dr Pande Putu.

  • Makan siang di jam 12.00-13.00

Untuk makan siang, dr Pande Putu menyarankan mulai dari yang paling tidak disukai misal sayur dan buah. Hal ini untuk menjamin tubuh mendapat asupan nutrisi yang lengkap sesuai kebutuhan. Bukan sekadar asupan yang menjadi favorit.

“Ingat menu makan harus lengkap dengan sayur dan buah. Supaya porsi tidak berlebih, sebelum makan bisa dimulai dengan minum air putih,” kata dr Pande Putu.

  • Makan malam di jam 18.00-18.30

Menurut dr Pande Putu porsi makan malam tetap harus sesuai kebutuhan dengan nutrisi lengkap. Porsi yang dikurangi berisiko menyisakan rasa lapar hingga tubuh berusaha memenuhinya dengan cara lain.

“Jika porsi makan malam kurang dari kebutuhan, maka kita akan bangun tengah malam untuk ngemil atau merasa sangat lapar di pagi hari. Kebiasaan ini tidak baik untuk kesehatan, jadi sangat disarankan makan dengan porsi secukupnya,” kata dr Pande Putu.

  • Makanan kecil di jam 09.30 dan 15.30-16.00

Snack atau makanan kecil berfungsi mengganjal rasa lapar di antara waktu makan. Dengan fungsi ini, porsi makan snack yang biasanya disertai teh atau kopi sebaiknya jangan terlalu besar. Konsumsi snack jangan sampai mengganggu selera makan.

“Menu untuk snack sebaiknya jangan gorengan atau makanan lain yang digoreng. Untuk kesehatan akan lebih baik jika memilih ubi, singkong, pisang yang direbus atau 1-2 kue basah yang tidak terlalu besar,” kata dr Pande Putu.

Read More

11 Pertanyaan Kondisi Kesehatan Ini Saat Check Up ke Dokter

Ada kalanya, dokter melakukan serangkaian wawancara untuk mendiagnosis kondisi kesehatan seseorang. Beberapa pertanyaan kerap ditanyakan pada pasien. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat meliputi kegiatan sehari-hari seperti pola tidur, konsumsi makanan dan minuman hingga aktivitas seks.

Terkadang beberapa orang enggan untuk menjawab pertanyaan dokter karena mungkin dianggap privasi. Ada pula yang malu untuk mengungkapkannya karena alasan tertentu.

Namun, rupanya jawaban jujur dari pertanyaan-pertanyaan ini sangatlah penting bagi dokter. Hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan dan menentukan pengobatan yang tepat bagi orang tersebut.

Itulah sebabnya sebaiknya tak boleh berbohong tentang kondisi kesehatan Anda saat dokter menanyakannya. Seberapa banyak Anda merokok, minum, makan, dan berolahraga, apakah Anda menggunakan perlindungan saat berhubungan seks, seberapa sering Anda berada di bawah sinar matahari, itu semua penting dijawab dengan jujur.

Berikut 11 kondisi kesehatan yang harus dinyatakan secara jujur saat melakukan check up ke dokter, dilansir Liputan6.com dari Reader’s Digest, Sabtu (13/4/2019).

  • Riwayat operasi

Ketika Anda pertama kali berkunjung ke dokter baru, Anda akan mengisi banyak formulir medis dan asuransi. Masalah besar dalam kotak centang panjang ‘ya’ dan ‘tidak’ mengacu pada riwayat bedah Anda.

Dari prosedur minor hingga operasi besar, ahli bedah plastik Manhattan David Shafer, MD, menyatakan bahwa jujur tentang masa lalu Anda akan membantu meringankan komplikasi di masa depan Anda. Meskipun banyak dari operasinya elektif, setiap ahli bedah membutuhkan info latar belakang untuk meminimalkan risiko jaringan parut, reaksi, dan banyak lagi.

  • Usia

Ketika Anda mulai mendekati usia paruh baya, mulai menopause, atau merasakan rasa sakit dan nyeri karena semakin tua, Anda mungkin tergoda untuk mengatakan sedikit kebohongan tentang umur Anda. Meskipun kemungkinan bukan masalah besar untuk memalsukan kebenaran kepada seorang bartender, penjual bahan makanan, atau orang asing acak di acara networking.

Bukan hanya usia Anda yang merupakan elemen penting untuk bagaimana dokter meresepkan suatu perawatan. Dan berbohong tentang umur bisa menghancurkan kepercayaan penting antara dokter dan pasien.

“Jika seorang pasien memberi tahu saya bahwa mereka berusia 49 tahun tetapi kartu asuransi mereka menunjukkan mereka berusia 57 tahun, saya harus bertanya-tanya apakah pasien berbohong tentang hal lain,” ulas David Shafer.

  • Apa yang Anda Makan dan Minum

Jika Anda mencoba untuk diet dan gagal, tetapi tidak jujur ​​tentang hal tersebut, dokter tidak akan dapat banyak membantu. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien meremehkan pertanyaan mengenai seberapa banyak jumlah makanan yang mereka makan dan seberapa sering mereka menikmati makanan yang tidak sehat.

Banyak pasien tidak mau mengakui kesulitan yang mereka miliki dalam mematuhi makanan yang ditentukan, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menyangkal bahwa mereka makan sesuatu yang buruk. Alih-alih merasa malu karena ketagihan makanan manis atau tidak berolahraga selama seminggu, jelaskan apa yang membuat Anda merasa terganggu sehingga dokter dapat memberikan saran terbaiknya.

Kebiasaan minum juga sering diperhatikan dokter. Konsumsi alkohol dapat menjadi pertimbangan diagnosis dokter terhadap suatu penyakit. “Berapa banyak minuman yang Anda minum dalam seminggu?” Jawabannya akan bervariasi tiap orang.

Apa yang dokter Anda coba pahami adalah kebiasaan Anda. Ini sangat penting jika Anda memerlukan pembedahan, karena penyalahgunaan alkohol dapat memiliki efek merusak permanen pada hati Anda yang dapat meningkatkan perdarahan, menurut ahli bedah saraf David Poulad, MD, anggota kelompok neurologis IGEA Brain and Spine dan staf di Overlook Hospital di Summit, New Jersey.

  • Kebiasaan merokok

Setiap dokter mulai dari ahli jantung hingga dokter kulit akan merekomendasikan Anda menghentikan kebiasaan merokok. Jadi ketika dokyer bertanya apakah Anda merokok Anda mungkin ingin berbohong, tetapi Andrew J. Miller, MD, seorang ahli bedah plastik di Manhattan, menyarankan untuk berterus terang tentang kebiasaan ini.

“Salah satu kebiasaan terbesar pasien yang sering tidak jujur adalah merokok,” katanya.

“Nikotin sangat merugikan penyembuhan, dan banyak ahli bedah tidak akan melakukan operasi tertentu karena sayatan dapat rusak, menyebabkan jaringan parut yang signifikan dan proses penyembuhan yang lama. Kadang-kadang pasien berbohong tentang merokok hanya untuk menyelesaikan prosedur, tetapi pada akhirnya mereka hanya melukai diri sendiri.”

  • Penggunaan Obat-obatan

Ketika Anda tidak dapat menahan batuk atau Anda mengalami kondisi yang tidak normal, tugas seorang dokter adalah tidak hanya mendiagnosis apa yang dialami, tetapi juga untuk meresepkan ramuan obat yang tepat untuk mengatasi penyakit secepat mungkin.

Namun, jika Anda kembali mengeluh bahwa Anda masih belum dapat sembuh dari resep obat dokter, jujurlah ketika dokter bertanya seberapa sering Anda minum pil atau bagaimana Anda mengoleskan krim. Obat-obatan yang Anda konsumsi selain obat dari resep dokter dapat memengaruhi satu sama lain.

Konsumsi suplemen atau herbal

Kadang pasien malu mengakui bahwa mereka mengonsumsi vitamin, suplemen, atau herbal karena dokter mereka mungkin memarahi mereka karena mereka percaya pada pengobatan herbal. Namun, dengan jujur mengenai suplemen yang Anda konsumsi, dokter dapat memastikan mereka meresepkan apa yang paling cocok untuk tubuh Anda.

Suplemen memang penting untuk kesehatan, namun, mungkin ada interaksi antara vitamin atau herbal tertentu dan obat resep. Interaksi ini dapat mengarah pada tingkat yang lebih tinggi atau lebih rendah dari obat yang pasien minum, yang dapat sangat mempengaruhi kesehatan mereka. Sangat penting bagi pasien untuk berterus terang tentang semua yang mereka konsumsi.

Menggunakan obat terlarang

Beberapa pasien tidak ingin mengakui penggunaan narkoba mereka karena mereka tidak ingin informasi itu menjadi bagian dari catatan medis mereka. Mereka takut hal itu dapat memengaruhi kebijakan asuransi atau pekerjaan mereka.

Dokter dapat mendiagnosis dan merawat Anda dengan benar bergantung pada gambaran lengkap tentang kesehatan dan sifat buruk Anda. Maka dari itu jangan ragu untuk mengungkapkan masalah ini pada dokter.

  • Aborsi

Sebagai pilihan dan pengalaman yang sensitif, menyinggung, dan pribadi, aborsi bukanlah topik yang paling mudah untuk dibahas, bahkan dengan dokter sekalipun. Namun, jika suatu hari Anda berjuang untuk hamil lagi, spesialis reproduksi Jane Frederick, MD, mengatakan dokter Anda perlu mengetahui riwayat medis lengkap Anda, termasuk aborsi.

“Mungkin ada jaringan parut dan kerusakan rahim. Kami ingin memastikan bahwa pasien memiliki rongga rahim yang baik sebelum kami menanamkan embrio selama proses IVF, ”jelasnya. “Pengetahuan tentang aborsi akan membantu kita mengevaluasi rahim dengan baik, menawarkan protokol pengobatan yang tepat dan mengambil langkah-langkah tambahan untuk memastikan rahim siap untuk implantasi.”

  • Keadaan Mental

Jujurlah dengan apa yang sebenarnya Anda rasakan dengan dokter Anda. Jika Anda merasa mental dan pikiran kurang baik beritahu dokter dan coba untuk terbuka.

“Kami memahami emosi yang mungkin Anda rasakan. Dengan mengutarakan pikiran dan bersikap jujur, tidak peduli seberapa tidak sempurnanya Anda merasakannya, itu membantu Anda untuk merasa lebih baik. Dan itu membantu kita. Dialog yang jujur membebaskan pikiran Anda ketika berbicara dengan dokter. Ini akan sangat membantu untuk memproses informasi dengan cara yang jelas, mengingat pertanyaan yang mungkin pernah Anda dapatkan sebelumnya, dan memberi Anda rasa percaya diri dan kontrol yang diperbarui. ” ujar Michael Alper, MD, seorang spesialis kesuburan di Boston.

  • Riwayat Seksual

Berapa banyak pasangan yang pernah Anda miliki, kapan terakhir kali berhubungan seks, seks tanpa pengaman, dan jika Anda pernah mengalami STD. Semua ini adalah pertanyaan pribadi yang cukup sensitif, tetapi itu juga pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur pada dokter.

Dokter hanya ingin tahu sehingga dapat membuat Anda tetap aman dan mendidik Anda tentang praktik seks yang aman. Jika Dokter tidak tahu apa yang Anda lakukan dan dengan siapa Anda melakukannya, Dokter tidak dapat mmendiagnosis Anda untuk kondisi yang sesuai atau menemukan cara terbaik untuk menjaga organ reproduksi Anda tetap sehat.

  • Kapan Terakhir Kali Check Up

Anda belum pernah membersihkan gigi sejak dua tahun lalu, belum pernah ke dokter mataAtau Anda belum pernah tes fisik sama sekali. Anda mungkin memiliki rekam jejak yang tidak terlalu tinggi dalam memenuhi janji medis, tetapi sebenarnya dokter tak pernah mempermasalahkannya.

Bahkan, mereka senang Anda duduk di meja periksa sekarang, siap untuk check-up. Alih-alih mengabaikan kebenaran tentang terakhir kali Anda melakukan perawatan, jujurlah sehingga dokter baru Anda dapat memperlakukan Anda dengan akurat. Jangan berbohong tentang kapan Anda pergi ke dokter terakhir dan tindakan apa yang mereka.

  • Gugup

Bahkan jika Anda tidak menderita Iatrophobia atau rasa takut akan pergi ke dokter, cukup umum untuk merasa gugup ketika Anda sakit dan harus check-up ke dokter. Jujurlah dengan fakta bahwa Anda takut dan gugup.

“Sering kali, kecemasan menunjukkan dirinya dengan bersikap kasar atau kasar kepada staf atau dokter. Kami di sini untuk membantu Anda dan sangat terbiasa membantu orang menjalani perawatan gigi,” jelas Nancy E. Gill, DDS, seorang dokter gigi di Golden, Colorado.

  • Berapa Banyak Waktu di Bawah Sinar Matahari

Bahkan pada hari paling dingin di musim hujan atau ketika mendung, ahli dermatologi merekomendasikan untuk memakai tabir surya atau bentuk perlindungan matahari lainnya untuk melindungi pori-pori Anda dari sinar berbahaya dan berbahaya.

Jadi, ketika dokter Anda bertanya tentang berapa banyak waktu yang Anda habiskan di luar ruangan, mereka bertanya untuk dapat memahami hobi, kebiasaan, dan seberapa besar risiko kerusakan akibat sinar matahari.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka mendapat paparan sinar matahari setiap hari seperti masuk dan keluar dari mobil mereka, atau akan mendapatkan surat, serta ketika mereka aktif di luar apakah untuk bekerja atau bermain. Kanker kulit disebabkan oleh matahari, jadi membuat pasien untuk mematuhi perlindungan matahari adalah penting dan memahami aktivitas mereka dapat membantu menyesuaikan teknik pencegahan dini.

Read More